Mengatasi error ttyUSB0 Arduino IDE Linux

Mengatasi error ttyUSB0 Arduino IDE Linux

Bagi teman-teman yang menggunakan sistem operasi Linux dan software Arduino IDE, mungkin ada yang mengalami hal sama seperti saya, yaitu terjadi error saat melakukan upload program ke arduino. Seperti muncul pesan "can't open device /dev/ttyUSB0".

Error tersebut terjadi karena program Arduino IDE tidak memiliki akses untuk merubah file ttyUSB0 yang mana tujuannya adalah untuk menyimpan konfigurasi USB Serial Port.

Untuk itu kita harus melakukan sedikit modifikasi atribut file ttyUSB0 tersebut agar bisa diakses dan digunakan oleh program Arduino IDE.

Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

*Tidak perlu keluar dari program Arduino IDE, langsung saja:

1. Buka TERMINAL, bisa dengan tombol Ctrl+Alt+T.

2. Ketik ls -l /dev/ttyUSB0 lalu tekan Enter

         pastikan muncul tulisan seperti berikut:

 

3. Ketik sudo chmod a+rw /dev/ttyUSB0 lalu tekan Enter


 4. Ketik kata sandi Administrator Komputermu lalu tekan Enter


 5. Jika berhasil maka tampilan seperti berikut ini


 6. Keluarlah dari TERMINAL (bisa dengan ketik "exit" lalu Enter.

 

Sekarang kita kembali ke program Arduino IDE, lalu klik opsi "SERIAL MONITOR" 

 

Jika jendela Serial Monitor terbuka maka kemungkinan besar Port USB Serial sudah bisa berjalan.

Intinya jika jendela Serial monitor bisa tampil, baik ada tulisan atau tidak, bisa dipastikan Port USB sudah bisa digunakan oleh program Arduino IDE.

Contoh diatas adalah Serial Print dari sketch program yang sebelumnya sudah saya upload, tulisan yang muncul akan menyesuaikan program apa yang sudah kita upload ke arduino, jika arduino masih baru atau memang program yang sudah diupload sebelumnya tidak memiliki kode untuk Serial Print, maka jendela Serial monitor tidak akan menampilkan apapun atau kosong (bukan suatu masalah).

Sekarang cobalah untuk mengupload program ke arduino, sampai disini seharusnya semua bisa berjalan dengan lancar.

Penting: Kita tidak bisa langsung membuka TERMINAL lalu melakukan tweaking atribut file ttyUSB0, tapi kita harus membuka Program Arduino IDE terlebih dahulu dan mengklik opsi Serial Monitor, atau mencoba mengupload program, tujuannya mungkin untuk membuat file ttyUSB0 baru atau membuka jalur ke direktori tersebut. Setelah itu kita bisa mengubah atribut file ttyUSB0 melalui TERMINAL.

Sayangnya cara ini tidak permanen, jadi setiap komputer saya restart atau shutdown maka harus kembali melakukan cara-cara seperti diatas.

Mungkin berbeda distro linux dan berbeda merek/model/jenis komputer, error yang muncul saat menggunakan program Arduino IDE juga berbeda, penanganan dan hasilnya juga mungkin berbeda.

Berikut ini spesifikasi komputer saya:

 

Semoga bermanfaat, see you.

Youtube Channel: involtage




SONY Betamax Beta-Hifi Motor Problem

SONY Betamax Beta-Hifi Motor Problem

      Saya memiliki sebuah Betamax Player dari SONY, namun ada masalah pada mekanik. Kerusakan terjadi pada tiga motor BLDC 3 phase, (Motor Drum, Motor Capstan, dan Motor Roller).
 
 
Motor Capstan (Kiri), Motor Drum (kanan),
Motor Roller (didalam)





Semua motor BLDC mengalami masalah yang sama, tidak bisa berputar. Untuk motor Capstan dan Motor Roller memiliki BLDC driver yang sama persis, menggunakan IC SONY 877 (CX-877).
 
Untuk motor Drum saya mengalami kesulitan membongkarnya, saya takut tidak bisa merakit kembali jika melakukan itu. Untuk referensi motor drum bisa dicari diinternet, sudah ada yang mempostingnya.

Untuk datasheet IC SONY 877 kita bisa menggunakan datasheet dari UPC1246C sebagai referensi, kita bisa membandingkannya dengan rangkaian pada motor yang ada. IC SONY 877 cukup sulit dicari datasheetnya, di internet kita hanya akan menemukan iklan IC SONY 877 dari berbagai toko online saja.
 
 

Betamax capstan motor driver IC
Motor Capstan
Betamax capstan motor
S1 = Sensor Hall Effect

Betamax roller motor Driver ic sony 877
IC Driver SONY 877 (SONY CX-877)
(Roller Motor)


Setelah saya membaca berbagai forum, permasalahan pada motor mekanik betamax bukan berada pada IC SONY 877, tapi ada di Sensor Hall Effect.
Dengan menggunakan sebuah osiloskop tua, saya mencoba mengukur sensor-sensor tersebut, dan inilah hasilnya:

DRUM MOTOR: hanya memiliki satu sensor hall effect 4 pin, supply tegangan sensor 10-12VDC dengan dua output.
Hasil pengukuran: tidak ada sinyal keluar dari sensor saat motor diputar manual dengan tangan.

CAPSTAN MOTOR: memiliki dua sensor Hall Effect 4 pin, tegangan sensor 5VDC, dan sebuah sensor eksternal yang bukan bagian dari driver motor.
Hasil pengukuran: saya menemukan satu dari dua sensor juga mengalami kerusakan sama, (tidak ada output sinyal saat motor diputar manual).
 

ROLLER MOTOR: rangkaian driver sama persis dengan motor capstan (tapi tegangan sensor 4VDC). Hasil pengukuran: satu dari dua sensor memiliki sinyal output yang sangat kecil, mungkin itu penyebab sinyal tidak terbaca oleh IC drver (877)

Kerusakan sensor Hall Effect menyebabkan putaran motor tidak normal, gagal berputar, berhenti tiba-tiba, muncul noise, atau motor tidak bergerak sama sekali.


Betamax Hall Effect sensor
 
Hall Effect Sensor pada motor Capstan dan Roller.
Untuk motor Drum sepertinya masih satu jenis karena pinoutnya sama.
 
Sensor ini tidak ada dipasaran, jadi untuk menggantinya kita harus mengambil dari motor lain yang juga menggunakan sensor yang sama. Jika kita membeli yang baru, mungkin kita harus memodifikasi jalur karena pinout berbeda.
 
 
 
Semoga bermanfaat.
 
 

Buku besar kode SMD

Buku besar kode SMD

 Buku ini berisi terjemahan kode SMD yang biasanya ditulis dengan beberapa huruf atau angka saja. Tujuan penulisan dengan kode khusus tak lain untuk mempersingkat penulisan seri komponen karena ukuran komponen SMD yang memang sangat kecil dan tidak muat jika ditulis secara lengkap.



    Oleh karena itu sekarang sebagian besar komponen SMD terutama semikonduktor seperti IC kecil, Transistor, Dioda, dll. hanya mencantumkan beberapa huruf atau angka saja dibadannya. Namun hal ini pasti mempersulit kita jika suatu saat komponen tersebut rusak dan harus dicarikan komponen pengganti. Bagaimana mau mencari pengganti jika seri aslinya saja kita tidak tahu.

Nah dengan adanya buku ini barang kali bisa membantu untuk menerjemahkan kode yang ada di komponen dan mencarikan penggantinya.

Silahlan download filenya DISINI

Ini file PDF asli ya gaes, bukan hasil scan jadi bisa dengan mudah kita melakukan pencarian kata.

Semoga beemanfaat.

Lihat pula Buku 5000 IC Audio Amplifier


Buku kode IC dari RCA lengkap edisi 1978

Buku kode IC dari RCA lengkap edisi 1978

Buku ini merupakan buku besar datasheet IC Linier dari RCA. Isinya lengkap seperti halnya buku datasheet pada umumnya. Buku ini adalah edisi tahun 1978, sangat jadul tapi pasti ada manfaatnya terutama buat para pecinta barang-barang elektronik jadul dan rare. Bisa dijadikan referensi jika suatu saat diperlukan.


Silahkan didownload saja Ebooknya DISINI
Filenya PDF hasil scan (bukan PDF asli), jadi tidak mendukung pencarian kata secara langsung, alias harus manual.





Pengontrol kecepatan kipas otomatis sederhana

Pengontrol kecepatan kipas otomatis sederhana

Rangkaian pengontrol kecepatan kipas ini bekerja secara otomatis menyesuaikan suhu yang dibaca oleh sensor, semakin meningkat suhu maka putaran kipas semakin cepat. Rangkaiannyapun sangat simple, hanya menggunakan sebuah sensor suhu (NTC) dengan nilai 10K pada suhu ruangan, dan sebuah transistor PNP (contoh: TIP32, TIP42, seri-seri 2SD, seri-seri 2SC, dsb.). Untuk transistor sebaiknya dipasang pendingin kecil, sekedar untuk mengurangi panas saja.

Skema simple fan speed controller

Jika menggunakan transistor seperti pada gambar diatas, transistor bisa di baut langsung pada box power supply karena kaki kolektor adalah input untuk GND. (Dengan catatan box power supply memang sebagai kutub negatif sekaligus ground, jika box memang sengaja diisolasi dari tegangan apapun dan hanya sebagai AC grounding, maka sebaiknya diasang mika dan ring plastik).

Silahkan simak video berikut ini: https://youtu.be/6DmcbREH3pw

Subscribe jika berkenan, like jika suka, share jika perlu.


Semoga bermanfaat